Selasa, 21 Oktober 2014

PENGANTAR MANAGEMEN PENDIDIKAN
Makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah “Pengantar Managemen Pendidikan”
Dosen Pengampu :Drs.Ali Nurdin M.Pd





logo_uin_baru






Disusun oleh :
Alya Ina Nurisa (11140182000002)
Achmad Achsan ZMS (11140182000007)
Nur Azizah (11140182000012)

Manajemen Pendidikan
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
2014






                                                              KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
       Kami ucapkan syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan berkat-Nya, sehingga makalah ini selesai ditulis. Tujuan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah “Pengantar Manajemen Pendidikan”.
Kami menyadari bahwa penyusunan tugas ini jauh dari sempurna, maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk perbaikan di kemudian hari, semoga makalah ini bermanfaat sebagai referensi untuk menambah pengetahuan. Aamiin.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Jakarta, 07 September 2014


                                                                                                                         Penyusun

                                                                                    



                                                                               BAB I
                                                                    PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
     Kapankah manusia mengenal ilmu manajemen? Pada dasarnya manajemen sudah lama dikenal oleh manusia.Praktek praktek manajemen sudah dilakukan sejak zaman Rosulullah SAW.juga pada masa masa revolusi industry di dunia barat atau eropa.Walaupun banyak kesepakatan bahwa ilmu manajemen dilakukan sebagai suatu kerangka pengetahuan setelah terjadi revolusi industry di inggris abad 18 pertengahan
    Mempelajari ilmu manajemen sangat beragam versi ,banyak mazhab mazhab tentang manajemen yang hampir sama bahkan perkembangan pemikiran manajemen ini relative tumpang tindih dengan perkembangan pemikiran administrasi.Tokoh Tokoh pemikiran pun banyak yag sama .ini menambah catatan bahwa kedua bidang adminstrasi dan manajemen memiliki kedekatan yang sangat serius.
Oleh karena itu kami akan sedikit mengupas tentang perbedaan manajeman dan administrasi,perkembangan teori manajemen,bidang bidang manajemen,dan mazhab mazhab manajemen yang berkembang dari dahulu sampai saat ini.

B. Rumusan Masalah
  • Perbedaan Manajemen dan Administrasi
  • Perkembangan Teori Manajemen
  • Bidang Bidang Manajemen
  • Mazhab Mazhab Manajemen

C. Tujuan
     Dapat Memahamai Perkembangan Pemikiran Manajemen dari waktu ke waktu ,serta dapat mengembangkan teori teori tersebut




                                                                   BAB II
                                                          PEMBAHASAN


A. Perbedaan Manajemen dan Administrasi
     Berbicara mengenai manajemen dan administrasi maka akan selalu timbul pertanyaan mengenai perbedaan dari kedua hal tersebut. Karena pada dasarnya selalu ada pertentangan mengenai perbedaan – perbedaan dari kedua hal tersebut. Menurut Buchari Zainun (dalam Haji Buchari Zainun, 1990 : 3) Manajemen sendiri memiliki pengertian suatu upaya atau proses upaya seorang pimpinan dengan satu kewenangan tertentu untuk mewujudkan sesuatu tujuan tertentu dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang ada dan sudah dikuasai pimpinan itu terutama sumber daya manusia yang berada di bawah kekuasaannya. Sementara administrasi sendiri memiliki pengertian mulai dari yang paling sempit hingga yang paling luas.
      Dalam arti sempit misalnya administrasi dapat diartikan sebagai keseluruhan pencatatan secara tertulis dan penyusunan sistematis dari keterangan-keterangan yang ada agar mempermudah memperoleh ikhtisar keterangan. Kegiatan dalam hal ini yaitu serangkaian aktivitas menghimpun, mencatat, mengolah, menggandakan, mengirim dan menyimpan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam setiap kerja sama. Sementara dalam arti luas, administrasi merupakan keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih dalam rangka mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
     Manajemen dan administrasi pada dasarnya saling berhubungan, kita dapat lihat dari adanya administrator. Administrator pada hakikatnya adalah juga seorang manajer .Dapat dikatakan sebagai manajer jika para administrator tersebut menfokuskan pada segala sesuatu yang berkaitan dengan keadaan dan hal – hal intern dalam organisasinya.
Sementara seorang manajer juga menfokuskan kepada soal – soal intern organisasi. Administrasi sendiri baik dari segi pengertian sempit ataupun pengertian luas di dalam penyelenggaraannya telah menggunakan fungsi – fungsi manajemen yang telah ditetapkan menurut George R.Terry yaitu POAC : Planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (pelaksanaan), dan Controlling (pengawasan). Jadi administrasi dapat dikatakan sebagai penyelenggaraannya dan manajemen adalah orang – orang yang menyelenggarakan kerja tersebut.

      Keluar dari saling berhubungannya manajemen dan administrasi, terdapat beberapa pandangan mengenai perbedaan dari dua hal tersebut. Pertama : manajemen lebih luas dan lebih besar peranannya dibandingkan dengan administrasi, kedua : administrasi lebih luas dan lebih berperan daripada manajemen, dan yang terakhir : manajemen adalah inti dari administrasi.
      Dikatakan manajemen lebih luas dan lebih besar peranannya dibandingkan dengan administrasi dikarenakan beberapa orang mengartikan administrasi sebagai pekerjaan tulis menulis ataupun tata usaha. Dengan pengertian seperti itu maka administrasi disebut – sebut sebagai unsur bantuan saja bagi manajemen. Karena dalam manajemen bukan pekerjaaan tulis menulis saja yang dibutuhkan akan tetapi bagaimana seorang pemimpin dapat melaksanakan dan mengarahkan tugas suatu organisasi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Pandangan ini banyak dipercaya oleh para pengusaha – pengusaha niaga dan industri.
Pandangan kedua menyebutkan administrasi lebih luas dan lebih berperan daripada manajemen. Pandangan ini beralaskan manajemen berada didalam administrasi itu sendiri. Menurut atmosoedarmo (dalam Haji Buchari Zainun, 1990 : 5) ada yang menganggap bahwa administrasi mempunyai dimensi statis dan dinamis. Dianggap sebagai dimensi dinamisnya administrasi adalah manajemen. Sedangkan dimensi statisnya adalah organisasi, terutama jika organisasi tersebut dianggap sebagai wadah.Pandangan terakhir menyebutkan manajemen adalah inti dari administrasi. Dikatakan demikian karena dalam pelaksanaan administrasi sendiri dibutuhkan keterampilan atau kemampuan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya manusianya agar dapat mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan manajemen itu merupakan alat pelaksana utama daripada administrasi.

B. Perkembangan Teori Manajemen
     Perkembangan teori manajemen saat ini telah berkembang dengan pesat,tapi saat ini belum ada teori satupun yang bersifat umum/berupa kumpulan kumpulan hokum bagi manajemen yang dapat diterapkan situasi dan kondisi. Para manajer berbeda pandangan dalam penerapannya.Dimana setiap pandanganhanya dapat diterapkan dalam berbagai masalah yang berbeda,sedangkan dengan masalh yang sama belum tentu dapat dierapkan pula.Dalam bab ini akan dikupas 3 aliran pemikiran manajemen ,yaitu:
• Teori Manajemen Klasik
   Pada awal pembahasan dikatakan manajemen muncul setelah Negara Eropa Barat dan Amerika dilanda revolusi industry yang terjadi sekitar awal abad 20 yaitu mulai ditinggalkannya prinsip prinsip lama yang sudah tak efektif dan efisien.
   ”Rober Owen (1771-1858)” Beliau adalah bapak “Bapak Manajemen Personalia”,Beliau berpendapat bilamana suatu mesin dirawat dengan baik maka akan memberikan hasil yang baik pula,begitupun dengan pekerja apabila pekerja dirawat Dan dipelihara(dalam artian adanya perhatian baik kompensas,kesehatan,tunjangan dan lain sebagainya) oleh pemimpin perusahaan,maka otomatis akan memberikan keuntungan yang maksimal kepada perusahaan.Selanjutnya kualitas dan kuantitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh ekstern dan intern dari pekerja itu sendiri.Beliau juga sebagai pendiri gerakan koperasi konsumsi,adapun usaha yang pernah dilakukan dan megalami kegagalan yaitu mendirikan komune di New Harmoni Indiana 1824.“Charles Babbage”Beliau adalah seorang professor matematika di Inggris yang bebakat pada bidang manajemen.Dia percaya bahwa aplikasi prinsip ilmiah pada proses kerja akan meningkatkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya sebab dilakukan scara efektif dan efisien beliau menganjurkan bagi para manajer untuk bertukar pengalaman dalam sistem manajemen.Pembagian kerja (devision of labour) memiliki beberapa keunggulan yaitu:
1. Waktu yang diperlukan dari belajar pengalaman pengalaman yang baru.
2. Banyaknya waktu yang terbuang akibat seseorang berpindah pindah  pekerjaan,sehingga  orang tersebut butuh waktu untuk menyesuaikan terhadap pekerjaan barunya itu
3. Kecakapan dan keahlian seseorang bertambah karena bekerja secara terus menerus.
4. Adanya perhatian dalam pekerjaannya.
Kontribusi yang lain dari beliau yaitu membuat kalkulator mekanis pertama,mengembangkan program program permainan computer,mengembangkan prinsip kerjasama yang saling menguntungkan antar perusahaan,serta membuat skema perencanaan pembagian hasil.
• Teori Manajemen Ilmiah
   “Fredrick Winslow Taylor” Beliau adalah “Bapak Manajemen Ilmiah” ilmiah sekitar 1900an.Beliau memakai cara cara ilmu pengetahuan dalam pemecahan masalah di dalam perusahaannya.Hasil penelitiannya berhasil menggantika prinsip coba coba atau trial and error.Jadi kesimpulannya yaitu perusahaan aan mendapatkan untung yang maksimal apabilapekerjaan yang dilaksanakan harus direncanakan,juga unsure teknologinya maupun dari sisi SDA nya.Hakekat pertama dari manajemen ilmiah yaitu A Great Mental Revolution,yang menyangkut manajer dan karyawan,Hakekat yang kedua yaitu penerapan ilmu pengetahuan untuk menghilangkan sistem coba coba dalam setiap pekerjaan.Gagasan Taylor dicetuskan dalam 3 makalah yaitu Shop Management,The Principal of Scientific Management,dan Testimory before The Special House Committee,Dan dirangkum kedalam buku yang berjudul Scientific Management diterbitkan 1911 oleh Darmouth College,Vancouver Canada.Beliau mengemukakan 4 prnsip manajemen yaitu
1. Menghilangkan sistem coba coba dan meletakan metode ilmu pengetahuan disetiap unsure unsure kegiatan
2. Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu,selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.
3. Setiap petuga harus menerpakan hasil hasil ilmu pengetahuan di dalam menjalankan tugasnya.
4. Harus dijalin kerjasama antar pemimpin dan pekerja.
   Hal yang menarik dari pendapat belaiau yaitu dimana manajer adalah pelayan bagi bawahannya.yang mana bertentangan dengan pendapat sebelumnya yaitu bahwa bawahan adalah pelayan manajer.
Observasi lainnya yaitu Sistem organisasi yang terbagi menjadi 2 bagian yaitu perencanaan dan pelaksanaan.Pada perencanaan dikenal sebagai Route Clark,Instruction Card dan Time and Clerk.Sedangkan dalam pelaksanaan dikenal dengan Gang boss,Speed Bos,Repair Boss,dan Inspector.Karya lain yaitu Upah per potong minimum,upah ini dimaksudkan untuk memotivasi karyawan untuk bekerja scara maksimal.dan diberikan kepada pekerja yang bekerja sama dengan standart/dibawah standard yang telah ditentukan,Sedangkan upah maksimum yaitu diberikan kepada pekerja yang bekerja diatas standard.Hasil kerja standard yaitu jumlah ahsil yang diterima bagi pekerja yang biasa biasa saja.
“FrankBunker Gilberth and Lilian Gilberth”Suami istri ini telah lama berkecimpung didunia manajemen ilmiah.Frank adalah pelopor study gerak dan waktu.Sedangkan istrinya lebih tertarik pada aspek aspekdalam kerja seperti penerimaan pekerja baru.Penempatan dan pelatihan bagi tenaga kerja baru.Dalam bukunya The Psycology of Management berpendapat manajemen ilmiah yaitu membantu karyawan untuk mencapai potensinya sebagai mahluk hidup.
Henry Laurance Gantt” Beliau adalh asistennya Taylor ,dia berdiri sendiri sebagai konsultan titik berat perhatiannya yaitu pada meningkatkan produktivitas pekerjanya.Adapun gagasan yang diutarakannya yaitu
1. Kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dan karyawn untuk mencapai tujuan
2. Mengadakan seleksi ilmiah terhadap para pekerja.
3. Membayar uapah pegawai dengan sistem bonus.
4. Penggunaan instruksi kerja yang terperinci.
”Harrington Emerson” Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan,dimana hasil penelitiannya menunjukan kebenaran prinsip yaitu bahwa uang akan lebih berhasil bila mengetahu tujuan penggunaannya,dalam bukunya Management by Objective Dikemukakan 12 prinsip efisiensi untuk mengatasi pemborosan yaitu:
Cleary defined ideal Give and a
Common sense Standard condition
Competent casual Written standard practice instruction
Dicipline Efisiensi reward
The fair Deal scedulling
Reliable order Planinning

C. Bidang Bidang Manajemen
     Setiapa unsur menejemen ini berkembang menjadi bidang menejemen yang mempelajari lebih mendalam perannya dalam mencapai tujuan yang diinginkan:
Bidang – bidang menejemen meliputi:
1. Manajemen sumber daya manusia (unsur men )
2. Manajemen permodalan / pembelanjaan (unsur money )
3. Manajemen akuntansi biaya (unsur materials)
4. Manajemen produksi (unsur mschines)
5. Manajemen pemasaran (unsur market )
6. Methods adalah cara / sistem – sistem yang dipergunakan dalam setiap bdang manajemen untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna setiap unsur manajemen.
Pembahasan singkat mengenai bidang- bidang tersebut sebagai berikut:
1. Manajemen Sumber Daya Alam
Pembahasan di fokuskan pada unsur manusia pekerja. Manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja , agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan.
2. Manajemen Permodalan
Pembahasan lebih di titikberatkan “bagaimana menarik modal yang relatif rendah dan bagaimana memanfaatkan modal suapaya lebih berdaya guna dan berhasil guna untuk mencapai tujuan”.
3.Manajemen Akuntansi Biaya
Pokok bahsan dalam manajemen akuntansi biaya ini adalah “ bagaiman caranya, supaya harga pokok barang atau jasa yang di hasilkan relatif rendah dan dengan kualitas yang baik”.
4. Manajemen produksi
Hal- hal pokok yang di bahs dalam manajemen produksi meliputi masalah” penentuan/penggunaan mesin- mesin , alat- alat, lay out peralatan , dan dan cara – cara untuk memproduksi barang/ jasa supaya kualitasnya relatif baik.
5. Manajemen pemasaran
Pada manajemen pemasaran lebih menitikberatkan tentang cara penjualan barang, jasa, pendistribusian , promosi produksi sehingga konsumen merasa tertarik untuk mengkonsumsinya.

D. Mazhab Mazhab Manajemen
     Menurut G.R Terry mazhab- mazhab manajemen itu adalah:
1. Mazhab Manajemen Berdasarkan Kebiasaan (management by custom school)
Menurut mazhab ini, memimpin, mengatur, mengambil keputusan , pemecahan penyelesaian masalah , dan lain sebaginya hanya berdasarkan atas kebiasaan- kebiasaan yang telah di lakukan oleh pihak- piahak lain, sehingga tidak menimbulkan kreasi- kreasi baru dan menghilangkan daya pikir dan kreatifitas.
2. Mazhab Manajemen Ilmiah (scientific management school)
Menurut mazhab ini, penyelesaian masalah, pengambilan keputusan, memimpin/ mengatur, dan lain sebagainya dilakukan berdasarkan metode- metode ilmiah.
3. Mazhab Perilaku (behavior school)
Dalam mazhab ini, titik tolak penting tindakan manajer adalah perilaku manusia. Manajer harus menyadari bahwa manajemen tidaklah dilakukan sendiri, justru manajerlah yang harus meneyebabkan orang lain melakukannya, berdedikasi dan berpartisipasi tinggi untuk menyelesaikan tugas- tugasnya.
4. Mazhab Sosial (the social school)
Menurut mazhab ini manajemen di anggap merupakan suatu sistem sosial dan sistem hubungan kultural. Mazhab ini berorientasi pada sosiologi dan mempersoalkan pengidentifikasian berbagai kelompok sosial maupun hubungan – hubungan kulturalnya.
5. Mazhab Manajemen Sistem(system management system)
Dalam mazhab ini sistem- sistem merupakan intisarinya. Untuk memenuhi tuntutan efisiensi dan efektifitas kerja setiap petugas diperlukan adanya sistemkerja up to date, tepat guan serta sesuai dengan kondisi setempat.
6. Mazhab Manajemen Berdasarka keputusan( Decisional mangement school)
Titik berat mazhab ini terletak pada keputusan- keputusan manjerial. Menurut mazhab ini , pengambilan keputusan – keputusan merupakan tugas utama seorang manajer.
7. Mazhab Pengukur Kuantitatif (Quantitative Measure)
Penganut mazhab ini menyatakanbahwa manjemen adalah sebuah entitas logis yang tindakan- tindakannya dapat dinyatakan dalam bentuk simbol matematis , hubungan – hubungan matematis , dan dat yang dapat diukur.
8. Mazhab Proses Manajemen (Management Process)
Para penganut mazhab ini menganggap bahwa manajemen merupakan serangkaian aktivitas yang terdiri dari sub- subaktivitas tertentu.serangkaian aktivitas ini dilakukan dalam fungsi – fungsi manajemen yang merupakan sebuah proses unik yakni proses management.
9. Mazhab Manajemen Menurut Keadaan(Contigency Management school)
Para penganut mazhab ini melihat kemungkinan- kemungkinan peristiwa yang mungkin terjadi merupakan hal penting yang harus dipertimbangkan di dalam mempelajari organisasi dan manjemen.




                                                                                BAB III

Kesimpulan
• Dalam manajemen kita dituntut tidak hanya sebagai pemimpin namun sebagai seorang perencana,pelaksana dan pengawas setiap pekerjaan yang telah disusun. bilamana suatu mesin dirawat dengan baik maka akan memberikan hasil yang baik pula,begitupun dengan pekerja apabila pekerja dirawat Dan dipelihara(dalam artian adanya perhatian baik kompensas,kesehatan,tunjangan dan lain sebagainya) oleh pemimpin perusahaan,maka otomatis akan memberikan keuntungan yang maksimal kepada perusahaan. Bidang – bidang manajemen tersebut berkembang dari unsur- unsur manajemen.      Pada dasarnya untuk mencapai tujuan yang optimal sangat membutuhkan keenam bidang manajemen tersebut dan bidang- bidang manajemen akan terus bertambah dan berkembang seiring bertambahnya hal- hal yang perlu diatur.
• Dan dalam mazhab- mazhab manajemen sangat berfariatif, dan setiap mazhab mempunyai anggapan masing- masing mengenai manajemen.


                                                                                BAB IV
Daftar Pustaka
Zainun, Bukhari Haji. 1990. Administrasi dan Manajemen Kepegawaian Pemerintah Negara Indonesia. Jakarta : Haji Masagung, hlm. 3.
Hasibuan,Malayu S.P.2011.Manajemen Dasar.Pengertian dan masalah.Jakarta:Bumi Aksara.hal 20-26.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar