Selasa, 21 Oktober 2014



 KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulilahirrobilalamin. Puji syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sejarah Pendidikan” dalam mata kuliah “Landasan Pendidikan” tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat dengan tujuan supaya mahasiswa mampu memahami dan mempraktikkan ke dalam tindakan real berupa makalah, karya ilmiah, skripsi, thesis dan desertasi.
Kemudian penyusun sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat terselesaikan.Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penyusun. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

                                                                                                            Ciputat, 15 September 2014
                                                                                   
                                                                                                                        Penyusun







BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Suatu pendidikan tidak lepas dari sejarahnya yang panjang,khususnya pendidikan dunia islam.Itu semua tak lepas dari tuntutan agama yang mana menuntut umat islam untuk menjadi orang yang terdidik dan ber akhlakul karimah.Sejarah panjang pendidikan agama islam telah terjadi bahkan pendidikan islam banyak menyumbang dasar dasar ilmu teknologi di dunia barat atau eropa.semua itu tak lepas dari asal muasal pendidikan islam yang mana telah di ajarkan oleh rosulullah  SAW.

Pandangan klasik tentang pendidikan, pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat menjalankan 3 fungsi sekaligus,Pertama mempersiapkan generasi muda untuk memegang peran peran tertentu pada masa mendatang,kedua mentransfer pengetahuan sesuai peran yang diharapkan.Ketiga mentransfer nilai nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat dalam keberlangsungan hidup bermasyarakat dan peradaban.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Sejarah Pendidikan ?
2.      Bagaimana Perkembangan Pendidikan Islam Masa Klasik ?
3.      Bagaimana Pemikiran Tokoh –Tokoh Pendidikan Islam ?
C.    Tujuan  Masalah
1.      Untuk mengetahui dan memahami sejarah pendidikan .
2.      Untuk mengetahui dan memahami Perkembangan Pendidikan Islam masa Klasik.
3.      Untuk mengetahui dan memahami tokoh – tokoh pendidikan Islam.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Penjelasan Sejarah Pendidikan
Manusia merupakan makhluk yang bergelut dalam dunia pendidikan itulah sebabnya manusia dijuluki animal educandum dan animal educandus sekaligus yaitu manusia sebagai mahluk yang mendidik dan mahluk yang terdidik.Yangmana manusia terlibat dalam proses pendidikan orang lain maupun dirinya sendiri.Pada dasarnya pendidikan laksana eksperimen yang tidak akan pernah selesai sampai kapanpun sepanjang ada kehidupan manusia didunia.Dikatakan demikian karena pendidikan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang.Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang mempunyai sifat kreatif dan inovatif dalam segala bidang kehidupan.
Pendidikan dunia telah lama berlangsung mulai dari zaman hellenisme (150 sm-500).Zaman pertengahan (500-1500)Zaman Humanisme/Renaissance serta zaman reformasi dan kontra reformasi.Namun pendidikan pada zaman ini tidak memberikan kontribusi dalam pendidikan sekarang.Sejarah Pendidikan dibagai beberapa zaman yaitu : Realisme,Rasionalisme.Naturalisme,Developmentalisme,Nasionalisme,Liberalisme ,Positivsme,dan individualisme serta sosialisme.
·         Zaman Realisme
Sejalan denganperkembngan ilmu pengetahuan alam yang didukung oleh penemuan penemuan ilmiah baru ,pendidikan diarahkan pada kehidupan dunia dan bersumber dari keadaan kehidupan dunia pula.Berbeda dengan pendidikan sebelumnya yang banyak berkiblat pad aide dunia surge dan akhirat.Realisme menghendaki pikiran yang praktis.Tokoh pendidikan zaman ini yaitu:Francis Bacon dan Johan Amos Comenius.Berdasarkan prinsip Pendidikan lebih dihargai daripada pengajaran,Pendidikan harus ditekankan pada aktivitas sendiri.Penanaman pengertian lebih penting dari pemahaman.Pelajaran disesuaikan dengan usia anak.Pengetahuan diperoleh dari metode berfikir induktif.






·         Zaman Rasionalisme

Pada zaman ini manusia diberikan kebebasanuntuk berfikir sendiri dan bertindak untuk dirinya,paham ini muncul karena masyarakat dengan kekuatan akalnya dapat menumbangkan kekuasaan raja Perancis yang absolute.Tokoh pendidikan zaman ini yaitu John Locke.Teorinya yang terkenal yaitu ‘leon tabularasa’ yaitu mendidik seperti menulis diatas kertas putih dengan kebebasan dan kekuatan akal yang dimilikinya sendiri .Teori yang membebaskan jiwa manusia manusia ini bisa mengarah ke hal hal yang negative,individualism,materialism.

·         Zaman Naturalisme

Pada zaman ini merupakan reaksi dari aliran rasionalisme,pada abad ke-18 dengan tokohnya yaitu J.J Rousseau.Aliran ini menentang kehidupan yang tidak wajar sebagai akibat dari rasionalisme.seperti korupsi,gaya hidup yang dibuat buat.Naturalisme menginginkan keseimbangan antara kekuatan rasio dan hati dan alamlah yang menjadi guru sehingga pendidikan dilaksanakan secara alamiah.Naturalisme menyatakan bahwa manusia didorong oleh kebutuhan kebutuhannya,dapat menemukan jalan kebenaran didalam kehidupannya sendiri
.
·         Zaman Developmentalisme

Zaman ini berkembang pada abad ke19 Aliran ini menganggap pendidikan sebagai suatu proses perkembangan jiwasehingga aliran ini sering disebut sebagai psikologis pendidikan.Tokoh tokohnya yaitu Pestalozzi, Stanly Hall.Konsep yang dikembangkan yaitu:Mengaktualisasikan semua potensi anak yang masih laten,membentuk watak susisal dan kepribadian yang harmnis,serta meningkatkan derajat manusia

.
·         Zaman Nasionalisme

Zaman ini berkembang abad ke 19.sebagai pembentuk patriot patriot bangsa  dan mempertahankan bangsa dari kaum imperalis.Tokoh Tokohnya yaitu: Ficthe/Jerman,La Catolais/Perancis.Konsep pendidikan yang akan diusung aliran ini yaitu:Menjaga ,memperkuat mempertinggi kedudukan Negara.Mengutamakan pendidikan sekuler jasmani dan kejujuran.,Materi berupa Pendidikan kewarganegaraan,lagu lagu kebangsaan,sejarah dan geografi Negara.,Akibat negative dari pendidiakan ini yaitu: munculnya chaufinisme yaitu kecintaan terhadap tanah air yang berlebihan.contoh sepertidi Jerman sehingga pecah perang dunia ke 1 .


·         Zaman Liberalisme Zaman Positivisme
Zaman Individualisme
Zaman ini lahir pada abad 19 liberalisme berpendapat bahwa pendidikan adalah alat untuk memperkuat kedudukan penguasa yang di pelopori ahli ekonomi Adam Smith.Dan siapa yang paling banyak berpengetahuan dialah yang paling berkuasa akhirnya muncu sikap individualisme.Sedangkan positivism adalah percaya kebenaran yang dapat diamati oleh panca indra Sehingga kepercayaan kepada agama semakin melemah.Tokoh aliran positivme adalah August Comte.
                                    

·         Zaman Sosialisme

Muncul pada abad 20 sebagai reaksi dari liberalism .Tokohnya adalah Paul Nartrop.Menurut aliran ini masyarakat memiliki arti yang lebih penting dari  daripada individu.Ibarat Atom individu tidak ada artinya bila tidak berwujud benda.Oleh karena itu pendidikan harus diabadikan untuk tujuan tujuan social.






































B. Pendidikan Islam Masa Klasik                                  

1.      Pendidikan Islam Masa Rosulluloh [611-632M./12 SH-11H] 
Pendidikan pada masa ini dibagi menjadi 2 periode yaitu periode Mekkah dan Periode Madinah.Periode Mekkah yaitu sejak Nabi SAW diutus menjadi rosul hingga hijrah ke madinah.sistem pendidikan nya lebih bertumpu pada sabda sabda Nabi SAW.Nabi Melakukannya secara sembunyi sembunyi diawali dengan keluargannya terlebih dahulu kemudian kerabat kerabat dekat.Materi pengajarannya hanya berkisar terhadah isi dan kandungan Al quran,yang menitik beratkan pada iman kepada Allah dan Rosulnya serta ahlak yang terpuji.
Adapun materi tentang sains belum dijadikan sebagai mata pembelajaran,Rosul hanya menyuruh utk memperhatikan pergerakan siang dan malam,hewan dan tumbuhan dst. Pada periode madinah Rosul membangun institusi masjid.melalui masjid ini beliau mengajarkan tentang persaudaraan antara kaum anshor dan muhajirin.Secara umum materi pembelajarannya berkisar 4 hal yaitu : Keaagamaan,Pendidikan Akhlak,Pendidikan Jasmani,Pengetahuan Sosial.


2.      Pendidikan Islam Masa Khulafaur Rosyiddin [632-661 M./12-41H.]

Pendidikan dimasa ini sistem pendidikannya di kelola sendiri tanpa campur tangan penguasa kecuali pada saat Umar Bin Khattab yg menambahkan kurikulum di lembaga kuttab.Lembaga ini mengalami kemajuaan yang sangat pesat sebab umat muslim sudah menjalin kontak dengan daerah lain di luar jazirah arab.Para ulama pun berpendapat mengajarkan Al quran merupakan suatu kewajiban.
Menurut Mahmud Yunus,ketika peserta didik selesai mengikuti pendidikan kuttab mereka melanjutkan ke pendidikan yg lebih tinggi yaitu ‘Masjid’.Di Masjid ini terdapat 2 tingkatan yaitu tingkat menengah dan tingkat tinggi.Metode di kuttab pembelajarannaya dilakukan secara ‘Sorogan’dalam artian seorang demi seorang . Sedangkan di Masjid dilakukan dengan sistem halaqoh atau dihadiri para pelajar secara bersama sama.Pusat2 pendidikannya pun tersebar luas seperti di Irak,Syam,Palstine,Mesir.

3.      Pendidikan Islam Masa Dinasti Umayyah [41-132H./661-750M.]
Secara esensial pendidikan islam masa ini hamper sama dengan masa sebelumnya yaitu masih bersifat alamiah yang mana pemeintah tidak ikut campur dalam sistem pendidikan.Yang cukup berpengaruh pada saat itu yaitu para ulama dan cendikiawan.Yang cukup menarik pada masa ini dibukannya wacana/teologi kalam yang berkembang di masyarakat.yaitu tentang polemic orang2 yang berbuat dosa besar.Yang mana melahirkan sejumlah kelompok yang memiliki pradigma berfikir secara mandiri.seperti Mu’tazilah dst.

4.       Pendidikan Islam Masa Dinasti Abbasiyah[132-656H./750-1258M.]
Pada permulaan masa Abbasiyah pendidikan dan pengajaran berkembang dengan sangat hebatnya di seluruh negara Islam, sehingga lahir sekolah-sekolah yang tidak terhitung banyaknya, tersebar dari kota-kota sampai ke desa-desa. Anak-anak dan para pemuda berlomba-lomba menuntut ilmu pengetahuan, pergi ke pusat pendidikan, meninggalkan kampung halamannya karena cinta akan ilmu[1].Dimasa inilah puncak peradaban umat islam diakui oleh dunia.Bahkan banyak orang orang eropa yang belajar di jazirah arab.


5.      Pendidikan Islam Masa Kolonial Belanda
Pada tahun 1607 didirikan sekolah pertama di Ambon untuk anak-anak Indonesia.  Tujuan utama V.O.C mendirikan sekolah diAmbon adalah untuk melenyapkan agama katolik dengan menyebarkan agama Protestan, Calvinisme.  Jumlah sekolah cepat bertambah. Pada tahun 1632 ada 16 sekolah diAmbon, pada 1645 meningkat menjadi 33 sekolah dengan 1300 murid.  Akan tetapi abad ke-18 perkembangannya menurun,karena pada saat itu agama katolik sudah dilenyapkan sehingga oeang Belanda tidak mempunyai hasrat sedikitpun untuk mempengaruhi orang islam menjdi keristen.
 Sekolah pertama di Jakarta berdiri tahun 1630 untuk mendidik anak Belanda dan Jawa agar menjadi pekerja yang kompeten di V.O.C.  Pada tahun 1636 terdapat 3 sekolah, tahun 1706 telah ada 34 guru dan 4873 murid.  Sekolah-sekolah itu terbuka bagi semua anak tanpa perbedaan kebangsaan.
Peraturan sekolah-sekolah selama V.O.C  pada tahun 1617 tugas guru ialah memupuk rasa takut terhadap Tuhan, mengajarkan dasar-dasar agama Kristen, mengajar anak berdoa, bernyanyi, pergi ke  gereja, mematuhi orang tua, penguasa, dan guru-guru.  Walaupun tidak ada kurikulum yang ditentukan, biasanya sekolah menyajikan pelajran tentang agama, membaca, menulis, bernyayi. 
Perkembangan pendidikan mulai merosot pada pertengahan abad ke-18.  Jakarta yang penduduk berjumlah 16.000 jiwa hanya mempunyai 270 murid, Surabaya hanya 24 murid,  di seluruh Pulau Jawa  hanya 350 murid.  Pada tahun 1890 tidak lagi dibeikan khotbah di Ambon karena tidak adanya guru atau pendeta.  Banyak gereja yang dijadikn sebagai gudang.  Di Jakarta tahun 1800 sejumlah uang disumbangkan ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta karena tidak ada seorang pun guru Belanda di sana.  Pada saat yang sama V.O.C dibubarkan. 









6.      Pendidikan Islam Masa Kolonial Jepang
Pada saat penjajahan jepang sistem pendidikan islam di Indonesia sangat diperhatikan sekali.Pemerintah jepang membuat sekolah yangmana seluruh warga dapat mengenyam pendidikan gratis di sekolah tersebut tanpa adanya diskriminasi social.Pemerintah jepang juga membolehkan pelajaran agama disekolah serta menyanyikan lagu Indonesia Raya setelah Kimigayo.Pondok pesantren pun tak luput dari pengawasan pemerintahan jepang,yangmana jepang juga mengadakan kerjasama atau tukar pendapat dengan para ulama ulama pondok pesantren.
 Namun ada hal hal yang harus di patuhi oleh murid dan  pada saat itu yaitu guru harus ikut kursus bahasa jepang yang mana bahasa jepang digunakan sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran.murid juga harus hafal lagu kebangsaanjepang ‘kimigayo’dan harus membungkukan badan/seikeirei pada saat upacara bendera sebagai penghormatan terhadap kaisar jepang pada saat itu yang dianggap sebagai titisan dewa matahari (Omiterasi Omikami).Banyak yang menentang tentang kebijakan tersebut terutama di kalangan ulama yang menganggap iu sebagai perbuatan musyrik.seperti KH Zainal Mustofa diSingaparna.
Yang perlu digaris bawahi yaitu tidak ada bangsa penjajah di manapun yang rela bangsa yang dijajahnya lebih pintar dari yang menjajah.Dalam artian ada kepentingan politik supaya rakyat Indonesia mau mendukung jepang dalam mewujudkan kemakmuran di asia timur raya.


7.      Pendidikan Islam Masa Kemerdekaan/Saat Ini
Pendidikan islam saat ini sudah sangat pesat perkembangannya dimana pemerintah juga turut andil dalam perkembangan dunia pendidikan islam,meskipun masih menyisakan berbagai polemic masalah.Globlisasi juga salah satu masalah serius yang dapat mengamncam eksisitensi dunia pendidikan islam di Indonesia.Pemerintah semoga dapat memperbaiki sistem pendidikan yang di rasa perlu diperbaiki. khususnya kementrian agama sebagai wadah terhadap perkembangan pendidikan islam di Indonesia saat ini
                                                                          




C.    Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam


1.      Nabi Muhammad SAW
Bentuk kepedulian Rosulullah terhadap pendidikan dan  pengajaran dilakukan secara praktik atau dengan cara lisan.Menurut pandangan Rosulullah SAW,Pendidikan sebagai saran untuk mencapai kebahagian dna dan akhirat seperti sabda beliau yaitu :
من ارادالد نيا فعليه بالعلم ومنارادالاخراه فعليه بالعلم ومن ارادهما بلعلم[2]
 Artinya:Barangsiapa Meninginkan kehidupan dunia maka dengan ilmu,Barangsiapa Menginginkan kehidupan Akherat Maka dengan Ilmu ,Barangsiapa Menginginkan Kedua –duanya maka dengan Ilmu .
2.       Khalifah
Para khalifah – khususnya Khalifah Harun Ar Rasyid-Sangat menghormati terhadap para cendekiawan, bahkan mereka selalu memberika hadiah dan harta yang banyak.berikut pemikiran/nasihat para tokoh khalifah.
a.                  Khalifah Abdul Malik bin Marwan
“Wahai anak anaku,carilah ilmu pengetahuan.Apabila kamu menjadi seorang pemimpin maka kamu dapat dipercaya dan kamu mampu mengatasi persoalan persoalan yang dihadapi.jika kamu berada di tengah maka kamu akan menjadi orang yang terhormat.dan jika kamu berada di belakang maka kamu bias hidup dengan kehidupan yang baik.”[3]
b.                   Khalifah Mash’ad bin Al-Zubair
“Tuntutlah ilmu pengetahuan.  Jika kamu tidak memiliki suatu kebaikan,maka ilmu itulah yang akan menjadi kebaikan mu.Jika tidak memiliki harta ,maka ilmu itulah yang akan menjadi harta mu.ilmu menjadi hiasan bagi yang tidak memiliki hiasan dan menjadi harta bagi yang tidak memiliki harta”[4]
c.                   Khalifah Harun Ar Rasyid
“Jangan lah suatu waktu lewat begitu saja dengan sia sia,kecuali anda bias mengambil manfaat dan memfungsikannya untuk kepentingan mereka tanpa paksaan,sebab paksaan dapat mematikan daa piker dan kreatifitas.Arahkan lah dengan lemah lembut dan penuh kasih saying. 


3.       Abu Nashr Al Farabi 
Abu Nashr Al Farabi Berpendapat bahwa Usaha mempedulikan orang jahat dan mendidik orang jahat seharusnya dilakukan dengan pendidikan keteladanan,sedangkan pada orang yang bodoh hendaknya diajarkan hal hal yang praktis secara disiplin dan terus menerus.Sementara mereka yang mempunyai akhlak yang baik hendaknya diajarkan berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan tingkatannya.Memperbaiki  akhlak tidak cukup hanya dengan perkataan ,tetapi yang lebih penting adalah dengan contoh dan perbuatan.Yang pertama harus dilakukan dalam proses pendidikan yait memperbaiki akhlak yang praktis,baru memperbaiki akhlak wawasannya.

4.       Umar bin Uqbah
Sebelum anda mendidik seseorang didiklah diri anda terlebih dahulu,sebab pandangan anak sangat terikat oleh prilaku anda.sesuatu yang dikatakan oleh anak adalah apa yang anda perbuat dan sesuatu yang danggap jelek oleh anak adalah sesuatu yang anda tinggalkan.


5.      Al Ghozali
Bahwa posisi pendidik sama dengan dokter jika mengobati penyakit hanya dengan satu macam obat ,kebanyaka si penderita tidak akan sembuh,bahkan ada yang meninggal.Demikian juga seorang pendidik yang memberika didikan pada anak anak hanya satu macam didikan itu bias mencelakakan dan ias membunuh kreativitas anak.Yang harus dilakukan yaitu memperhatikan sosok orang yang bersangkutan,kondisi 

6.      Al Zarnuji
Bagi Al Zarnuji bukan suatu larangan seorang murid memilih pelajaran yang disenanginya dengan meminta pendapat gurunya didalam memilih dengan catatan tidak mengabaikan kecenderungan dan kesenangan murid terhadap suatu ilmu.



BAB III

PENUTUP

A.    Simpulan

Agama islam sangat menghargai apa itu yang dinamakan pendidikan, semenjak Rosulullah sampai saat ini dunia telah berubah kearah yang terang. Itu semua tidak luput dari campura tangan dunia pendidikan islam yang telah diajarka oleh rosulullah SAW.  Begitu pula oleh para sahabat sahabatnya, Ulama ulama islam yang ada di Indonesia yang telah berkontribusi besar terhadap dunia pendidikan di Negara tercinta kita ini.  Maka dari itu  kita sebagai umat islam wajib mencari ilmu dunia dan akhirat sebagaimana yang telah di perintahkan oleh Allah dan Rosulnya, yang perlu kita lakukan saat ini yaitu menuntut ilmu dengan sungguh - sungguh sehingga kita bias berkontribusi dalam dunia pendidikan islam di masa yang akan dating dan membawa harum agama islam ini bermanfaat bagi agama dan Negara tercinta kita inI. 




B.      

 

DAFTAR PUSTAKA

Athiyah Al-Abrasy,Muhammad.Beberapa Pemikiran Pendidikan Islam cet 1.Yogyakarta:1996
صحيح بخري والمسلم
Prof.DR.Muhammad Athiyah Al abrasy.Beberapa pemikiran pendidikn islam.(Yogyakarta cetakan 1 1996) h.39


3 Prof. Dr. H. Samsul Nizar, M.Ag. Sejarah Pendidikan Islam, menelusuri Jejak    
     sejarah Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia  (Jakarta: Kencana, 2009). Hlm 158

[2] صحيح بخري والمسلم
[3] Prof.DR.Muhammad Athiyah Al abrasy.Beberapa pemikiran pendidikn islam.(Yogyakarta cetakan 1 1996) h.39
[4] opcit

Tidak ada komentar:

Posting Komentar