KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulilahirrobilalamin. Puji syukur kepada Allah SWT yang telah
melimpahkan begitu banyak nikmat kepada penyusun, sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Sejarah Pendidikan” dalam mata kuliah “Landasan Pendidikan” tepat pada
waktunya. Makalah ini dibuat dengan tujuan supaya mahasiswa mampu memahami dan
mempraktikkan ke dalam tindakan real berupa makalah, karya ilmiah, skripsi,
thesis dan desertasi.
Kemudian
penyusun sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
makalah ini dapat terselesaikan.Penyusun menyadari bahwa masih banyak
kekurangan dalam penyusunan makalah, baik dari materi maupun teknik
penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penyusun. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Ciputat,
15 September 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Suatu pendidikan tidak lepas dari sejarahnya yang panjang,khususnya pendidikan dunia islam.Itu semua tak lepas dari tuntutan agama yang mana menuntut umat islam untuk menjadi orang yang terdidik dan ber akhlakul karimah.Sejarah panjang pendidikan agama islam telah terjadi bahkan pendidikan islam banyak menyumbang dasar dasar ilmu teknologi di dunia barat atau eropa.semua itu tak lepas dari asal muasal pendidikan islam yang mana telah di ajarkan oleh rosulullah SAW.
Pandangan
klasik tentang pendidikan, pada umumnya dikatakan sebagai pranata yang dapat
menjalankan 3 fungsi sekaligus,Pertama mempersiapkan generasi muda untuk
memegang peran peran tertentu pada masa mendatang,kedua mentransfer pengetahuan
sesuai peran yang diharapkan.Ketiga mentransfer nilai nilai dalam rangka
memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat dalam
keberlangsungan hidup bermasyarakat dan peradaban.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
Sejarah Pendidikan ?
2. Bagaimana
Perkembangan Pendidikan Islam Masa Klasik ?
3. Bagaimana
Pemikiran Tokoh –Tokoh Pendidikan Islam ?
C.
Tujuan Masalah
1.
Untuk mengetahui
dan memahami sejarah pendidikan .
2.
Untuk mengetahui
dan memahami Perkembangan Pendidikan Islam masa Klasik.
3. Untuk
mengetahui dan memahami tokoh – tokoh pendidikan Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penjelasan
Sejarah Pendidikan
Manusia merupakan makhluk yang bergelut dalam dunia pendidikan itulah
sebabnya manusia dijuluki animal educandum dan animal educandus sekaligus yaitu
manusia sebagai mahluk yang mendidik dan mahluk yang terdidik.Yangmana manusia
terlibat dalam proses pendidikan orang lain maupun dirinya sendiri.Pada
dasarnya pendidikan laksana eksperimen yang tidak akan pernah selesai sampai
kapanpun sepanjang ada kehidupan manusia didunia.Dikatakan demikian karena
pendidikan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus
berkembang.Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang mempunyai sifat
kreatif dan inovatif dalam segala bidang kehidupan.
Pendidikan dunia telah lama berlangsung mulai dari zaman hellenisme (150
sm-500).Zaman pertengahan (500-1500)Zaman Humanisme/Renaissance serta zaman
reformasi dan kontra reformasi.Namun pendidikan pada zaman ini tidak memberikan
kontribusi dalam pendidikan sekarang.Sejarah Pendidikan dibagai beberapa zaman
yaitu :
Realisme,Rasionalisme.Naturalisme,Developmentalisme,Nasionalisme,Liberalisme
,Positivsme,dan individualisme serta sosialisme.
·
Zaman Realisme
Sejalan denganperkembngan ilmu
pengetahuan alam yang didukung oleh penemuan penemuan ilmiah baru ,pendidikan
diarahkan pada kehidupan dunia dan bersumber dari keadaan kehidupan dunia
pula.Berbeda dengan pendidikan sebelumnya yang banyak berkiblat pad aide dunia
surge dan akhirat.Realisme menghendaki pikiran yang praktis.Tokoh pendidikan
zaman ini yaitu:Francis Bacon dan Johan Amos Comenius.Berdasarkan prinsip
Pendidikan lebih dihargai daripada pengajaran,Pendidikan harus ditekankan pada
aktivitas sendiri.Penanaman pengertian lebih penting dari pemahaman.Pelajaran
disesuaikan dengan usia anak.Pengetahuan diperoleh dari metode berfikir
induktif.
·
Zaman Rasionalisme
Pada zaman ini manusia diberikan kebebasanuntuk berfikir
sendiri dan bertindak untuk dirinya,paham ini muncul karena masyarakat dengan
kekuatan akalnya dapat menumbangkan kekuasaan raja Perancis yang absolute.Tokoh
pendidikan zaman ini yaitu John Locke.Teorinya yang terkenal yaitu ‘leon
tabularasa’ yaitu mendidik seperti menulis diatas kertas putih dengan kebebasan
dan kekuatan akal yang dimilikinya sendiri .Teori yang membebaskan jiwa
manusia manusia ini bisa mengarah ke hal hal yang
negative,individualism,materialism.
·
Zaman Naturalisme
Pada
zaman ini merupakan reaksi dari aliran rasionalisme,pada abad ke-18 dengan
tokohnya yaitu J.J Rousseau.Aliran ini menentang kehidupan yang tidak wajar
sebagai akibat dari rasionalisme.seperti korupsi,gaya hidup yang dibuat
buat.Naturalisme menginginkan keseimbangan antara kekuatan rasio dan hati dan
alamlah yang menjadi guru sehingga pendidikan dilaksanakan secara
alamiah.Naturalisme menyatakan bahwa manusia didorong oleh kebutuhan
kebutuhannya,dapat menemukan jalan kebenaran didalam kehidupannya sendiri
.
·
Zaman Developmentalisme
Zaman
ini berkembang pada abad ke19 Aliran ini menganggap pendidikan sebagai suatu
proses perkembangan jiwasehingga aliran ini sering disebut sebagai psikologis
pendidikan.Tokoh tokohnya yaitu Pestalozzi, Stanly Hall.Konsep yang dikembangkan
yaitu:Mengaktualisasikan semua potensi anak yang masih laten,membentuk watak
susisal dan kepribadian yang harmnis,serta meningkatkan derajat manusia
.
·
Zaman Nasionalisme
Zaman
ini berkembang abad ke 19.sebagai pembentuk patriot patriot bangsa dan mempertahankan bangsa dari kaum
imperalis.Tokoh Tokohnya yaitu: Ficthe/Jerman,La Catolais/Perancis.Konsep
pendidikan yang akan diusung aliran ini yaitu:Menjaga ,memperkuat mempertinggi
kedudukan Negara.Mengutamakan pendidikan sekuler jasmani dan kejujuran.,Materi
berupa Pendidikan kewarganegaraan,lagu lagu kebangsaan,sejarah dan geografi
Negara.,Akibat negative dari pendidiakan ini yaitu: munculnya chaufinisme yaitu
kecintaan terhadap tanah air yang berlebihan.contoh sepertidi Jerman sehingga
pecah perang dunia ke 1 .
·
Zaman Liberalisme Zaman
Positivisme
Zaman Individualisme
Zaman ini lahir pada abad 19 liberalisme
berpendapat bahwa pendidikan adalah alat untuk memperkuat kedudukan penguasa
yang di pelopori ahli ekonomi Adam Smith.Dan siapa yang paling banyak
berpengetahuan dialah yang paling berkuasa akhirnya muncu sikap
individualisme.Sedangkan positivism adalah percaya kebenaran yang dapat diamati
oleh panca indra Sehingga kepercayaan kepada agama semakin melemah.Tokoh aliran
positivme adalah August Comte.
·
Zaman Sosialisme
Muncul
pada abad 20 sebagai reaksi dari liberalism .Tokohnya adalah Paul
Nartrop.Menurut aliran ini masyarakat memiliki arti yang lebih penting dari daripada individu.Ibarat Atom individu tidak
ada artinya bila tidak berwujud benda.Oleh karena itu pendidikan harus
diabadikan untuk tujuan tujuan social.
B. Pendidikan Islam Masa Klasik
1. Pendidikan Islam Masa Rosulluloh [611-632M./12
SH-11H]
Pendidikan pada masa ini dibagi
menjadi 2 periode yaitu periode Mekkah dan Periode Madinah.Periode Mekkah yaitu
sejak Nabi SAW diutus menjadi rosul hingga hijrah ke madinah.sistem pendidikan
nya lebih bertumpu pada sabda sabda Nabi SAW.Nabi Melakukannya secara sembunyi
sembunyi diawali dengan keluargannya terlebih dahulu kemudian kerabat kerabat
dekat.Materi pengajarannya hanya berkisar terhadah isi dan kandungan Al
quran,yang menitik beratkan pada iman kepada Allah dan Rosulnya serta ahlak
yang terpuji.
Adapun materi tentang sains belum
dijadikan sebagai mata pembelajaran,Rosul hanya menyuruh utk memperhatikan
pergerakan siang dan malam,hewan dan tumbuhan dst. Pada periode madinah Rosul
membangun institusi masjid.melalui masjid ini beliau mengajarkan tentang
persaudaraan antara kaum anshor dan muhajirin.Secara umum materi
pembelajarannya berkisar 4 hal yaitu : Keaagamaan,Pendidikan Akhlak,Pendidikan
Jasmani,Pengetahuan Sosial.
2. Pendidikan Islam Masa Khulafaur Rosyiddin [632-661
M./12-41H.]
Pendidikan dimasa ini sistem
pendidikannya di kelola sendiri tanpa campur tangan penguasa kecuali pada saat
Umar Bin Khattab yg menambahkan kurikulum di lembaga kuttab.Lembaga ini
mengalami kemajuaan yang sangat pesat sebab umat muslim sudah menjalin kontak
dengan daerah lain di luar jazirah arab.Para ulama pun berpendapat mengajarkan
Al quran merupakan suatu kewajiban.
Menurut Mahmud Yunus,ketika peserta
didik selesai mengikuti pendidikan kuttab mereka melanjutkan ke pendidikan yg
lebih tinggi yaitu ‘Masjid’.Di Masjid ini terdapat 2 tingkatan yaitu tingkat
menengah dan tingkat tinggi.Metode di kuttab pembelajarannaya dilakukan
secara ‘Sorogan’dalam artian seorang demi seorang . Sedangkan di Masjid
dilakukan dengan sistem halaqoh atau dihadiri para pelajar secara
bersama sama.Pusat2 pendidikannya pun tersebar luas seperti di
Irak,Syam,Palstine,Mesir.
3. Pendidikan Islam Masa Dinasti Umayyah
[41-132H./661-750M.]
Secara esensial pendidikan islam
masa ini hamper sama dengan masa sebelumnya yaitu masih bersifat alamiah yang
mana pemeintah tidak ikut campur dalam sistem pendidikan.Yang cukup berpengaruh
pada saat itu yaitu para ulama dan cendikiawan.Yang cukup menarik pada masa ini
dibukannya wacana/teologi kalam yang berkembang di masyarakat.yaitu tentang
polemic orang2 yang berbuat dosa besar.Yang mana melahirkan sejumlah kelompok
yang memiliki pradigma berfikir secara mandiri.seperti Mu’tazilah dst.
4. Pendidikan
Islam Masa Dinasti Abbasiyah[132-656H./750-1258M.]
Pada permulaan masa Abbasiyah
pendidikan dan pengajaran berkembang dengan sangat hebatnya di seluruh negara
Islam, sehingga lahir sekolah-sekolah yang tidak terhitung banyaknya, tersebar
dari kota-kota sampai ke desa-desa. Anak-anak dan para pemuda berlomba-lomba
menuntut ilmu pengetahuan, pergi ke pusat pendidikan, meninggalkan kampung
halamannya karena cinta akan ilmu[1].Dimasa
inilah puncak peradaban umat islam diakui oleh dunia.Bahkan banyak orang orang
eropa yang belajar di jazirah arab.
5.
Pendidikan Islam Masa Kolonial Belanda
Pada tahun 1607
didirikan sekolah pertama di Ambon untuk anak-anak Indonesia. Tujuan utama V.O.C mendirikan sekolah diAmbon
adalah untuk melenyapkan agama katolik dengan menyebarkan agama Protestan,
Calvinisme. Jumlah sekolah cepat
bertambah. Pada tahun 1632 ada 16 sekolah diAmbon, pada 1645 meningkat menjadi
33 sekolah dengan 1300 murid. Akan
tetapi abad ke-18 perkembangannya menurun,karena pada saat itu agama katolik
sudah dilenyapkan sehingga oeang Belanda tidak mempunyai hasrat sedikitpun
untuk mempengaruhi orang islam menjdi keristen.
Sekolah pertama di Jakarta berdiri tahun 1630
untuk mendidik anak Belanda dan Jawa agar menjadi pekerja yang kompeten di
V.O.C. Pada tahun 1636 terdapat 3
sekolah, tahun 1706 telah ada 34 guru dan 4873 murid. Sekolah-sekolah itu terbuka bagi semua anak
tanpa perbedaan kebangsaan.
Peraturan
sekolah-sekolah selama V.O.C pada tahun
1617 tugas guru ialah memupuk rasa takut terhadap Tuhan, mengajarkan
dasar-dasar agama Kristen, mengajar anak berdoa, bernyanyi, pergi ke gereja, mematuhi orang tua, penguasa, dan guru-guru. Walaupun tidak ada kurikulum yang ditentukan,
biasanya sekolah menyajikan pelajran tentang agama, membaca, menulis,
bernyayi.
Perkembangan
pendidikan mulai merosot pada pertengahan abad ke-18. Jakarta yang penduduk berjumlah 16.000 jiwa
hanya mempunyai 270 murid, Surabaya hanya 24 murid, di seluruh Pulau Jawa hanya 350 murid. Pada tahun 1890 tidak lagi dibeikan khotbah
di Ambon karena tidak adanya guru atau pendeta.
Banyak gereja yang dijadikn sebagai gudang. Di Jakarta tahun 1800 sejumlah uang
disumbangkan ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta karena tidak ada seorang
pun guru Belanda di sana. Pada saat yang
sama V.O.C dibubarkan.
6. Pendidikan Islam Masa Kolonial Jepang
Pada saat penjajahan jepang sistem
pendidikan islam di Indonesia sangat diperhatikan sekali.Pemerintah jepang
membuat sekolah yangmana seluruh warga dapat mengenyam pendidikan gratis di
sekolah tersebut tanpa adanya diskriminasi social.Pemerintah jepang juga
membolehkan pelajaran agama disekolah serta menyanyikan lagu Indonesia Raya
setelah Kimigayo.Pondok pesantren pun tak luput dari pengawasan pemerintahan
jepang,yangmana jepang juga mengadakan kerjasama atau tukar pendapat dengan
para ulama ulama pondok pesantren.
Namun ada hal hal yang harus di patuhi oleh
murid dan pada saat itu yaitu guru harus
ikut kursus bahasa jepang yang mana bahasa jepang digunakan sebagai bahasa
pengantar dalam proses pembelajaran.murid juga harus hafal lagu
kebangsaanjepang ‘kimigayo’dan harus membungkukan badan/seikeirei pada saat
upacara bendera sebagai penghormatan terhadap kaisar jepang pada saat itu yang
dianggap sebagai titisan dewa matahari (Omiterasi Omikami).Banyak yang
menentang tentang kebijakan tersebut terutama di kalangan ulama yang menganggap
iu sebagai perbuatan musyrik.seperti KH Zainal Mustofa diSingaparna.
Yang perlu digaris bawahi yaitu tidak
ada bangsa penjajah di manapun yang rela bangsa yang dijajahnya lebih pintar
dari yang menjajah.Dalam artian ada kepentingan politik
supaya rakyat Indonesia mau mendukung jepang dalam mewujudkan kemakmuran di
asia timur raya.
7. Pendidikan Islam Masa Kemerdekaan/Saat Ini
Pendidikan islam saat ini sudah
sangat pesat perkembangannya dimana pemerintah juga turut andil dalam
perkembangan dunia pendidikan islam,meskipun masih menyisakan berbagai polemic
masalah.Globlisasi juga salah satu masalah serius yang dapat mengamncam
eksisitensi dunia pendidikan islam di Indonesia.Pemerintah semoga dapat
memperbaiki sistem pendidikan yang di rasa perlu diperbaiki. khususnya
kementrian agama sebagai wadah terhadap perkembangan pendidikan islam di
Indonesia saat ini
C. Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam
1.
Nabi Muhammad SAW
Bentuk
kepedulian Rosulullah terhadap pendidikan dan
pengajaran dilakukan secara praktik atau dengan cara lisan.Menurut
pandangan Rosulullah SAW,Pendidikan sebagai saran untuk mencapai kebahagian dna
dan akhirat seperti sabda beliau yaitu :
من
ارادالد نيا فعليه بالعلم ومنارادالاخراه فعليه بالعلم ومن ارادهما بلعلم[2]
Artinya:Barangsiapa
Meninginkan kehidupan dunia maka dengan ilmu,Barangsiapa Menginginkan kehidupan
Akherat Maka dengan Ilmu ,Barangsiapa Menginginkan Kedua –duanya maka dengan
Ilmu .
2.
Khalifah
Para khalifah – khususnya Khalifah
Harun Ar Rasyid-Sangat menghormati terhadap para cendekiawan, bahkan mereka
selalu memberika hadiah dan harta yang banyak.berikut pemikiran/nasihat para
tokoh khalifah.
a.
Khalifah
Abdul Malik bin Marwan
“Wahai anak anaku,carilah
ilmu pengetahuan.Apabila kamu menjadi seorang pemimpin maka kamu dapat
dipercaya dan kamu mampu mengatasi persoalan persoalan yang dihadapi.jika kamu
berada di tengah maka kamu akan menjadi orang yang terhormat.dan jika kamu
berada di belakang maka kamu bias hidup dengan kehidupan yang baik.”[3]
b.
Khalifah Mash’ad
bin Al-Zubair
“Tuntutlah ilmu
pengetahuan. Jika kamu tidak memiliki
suatu kebaikan,maka ilmu itulah yang akan menjadi kebaikan mu.Jika tidak
memiliki harta ,maka ilmu itulah yang akan menjadi harta mu.ilmu menjadi hiasan
bagi yang tidak memiliki hiasan dan menjadi harta bagi yang tidak memiliki
harta”[4]
c.
Khalifah
Harun Ar Rasyid
“Jangan
lah suatu waktu lewat begitu saja dengan sia sia,kecuali anda bias mengambil
manfaat dan memfungsikannya untuk kepentingan mereka tanpa paksaan,sebab
paksaan dapat mematikan daa piker dan kreatifitas.Arahkan lah dengan lemah
lembut dan penuh kasih saying.
3.
Abu Nashr Al Farabi
Abu Nashr Al Farabi Berpendapat
bahwa Usaha mempedulikan orang jahat dan mendidik orang jahat seharusnya
dilakukan dengan pendidikan keteladanan,sedangkan pada orang yang bodoh
hendaknya diajarkan hal hal yang praktis secara disiplin dan terus
menerus.Sementara mereka yang mempunyai akhlak yang baik hendaknya diajarkan
berbagai ilmu pengetahuan sesuai dengan tingkatannya.Memperbaiki akhlak tidak cukup hanya dengan perkataan
,tetapi yang lebih penting adalah dengan contoh dan perbuatan.Yang pertama
harus dilakukan dalam proses pendidikan yait memperbaiki akhlak yang praktis,baru
memperbaiki akhlak wawasannya.
4.
Umar bin Uqbah
Sebelum anda mendidik seseorang
didiklah diri anda terlebih dahulu,sebab pandangan anak sangat terikat oleh
prilaku anda.sesuatu yang dikatakan oleh anak adalah apa yang anda perbuat dan
sesuatu yang danggap jelek oleh anak adalah sesuatu yang anda tinggalkan.
5.
Al Ghozali
Bahwa posisi pendidik sama dengan
dokter jika mengobati penyakit hanya dengan satu macam obat ,kebanyaka si
penderita tidak akan sembuh,bahkan ada yang meninggal.Demikian juga seorang
pendidik yang memberika didikan pada anak anak hanya satu macam didikan itu
bias mencelakakan dan ias membunuh kreativitas anak.Yang harus dilakukan yaitu
memperhatikan sosok orang yang bersangkutan,kondisi
6.
Al Zarnuji
Bagi Al Zarnuji bukan suatu
larangan seorang murid memilih pelajaran yang disenanginya dengan meminta pendapat
gurunya didalam memilih dengan catatan tidak mengabaikan kecenderungan dan
kesenangan murid terhadap suatu ilmu.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Agama islam sangat menghargai apa itu yang dinamakan pendidikan, semenjak Rosulullah sampai saat ini dunia telah berubah kearah yang terang. Itu semua tidak luput dari campura tangan dunia pendidikan islam yang telah diajarka oleh rosulullah SAW. Begitu pula oleh para sahabat sahabatnya, Ulama ulama islam yang ada di Indonesia yang telah berkontribusi besar terhadap dunia pendidikan di Negara tercinta kita ini. Maka dari itu kita sebagai umat islam wajib mencari ilmu dunia dan akhirat sebagaimana yang telah di perintahkan oleh Allah dan Rosulnya, yang perlu kita lakukan saat ini yaitu menuntut ilmu dengan sungguh - sungguh sehingga kita bias berkontribusi dalam dunia pendidikan islam di masa yang akan dating dan membawa harum agama islam ini bermanfaat bagi agama dan Negara tercinta kita inI.
B.
DAFTAR PUSTAKA
Athiyah
Al-Abrasy,Muhammad.Beberapa Pemikiran Pendidikan
Islam cet 1.Yogyakarta:1996
صحيح بخري والمسلم
Prof.DR.Muhammad
Athiyah Al abrasy.Beberapa pemikiran pendidikn islam.(Yogyakarta cetakan
1 1996) h.39
Tidak ada komentar:
Posting Komentar